PSAK No 01 Pengungkapan Kebijakan Akuntansi

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1
PENGUNGKAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi disetujui dalam Rapat Komite Prinsip Akuntansi Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1994 dan telah disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 7 September 1994.

Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material (immaterial items)

Jakarta, 7 September 1994

Pengurus Pusat

Ikatan Akuntan Indonesia

Komite Prinsip Akuntansi Indonesia
Hans Kartikahadi Ketua
Jusuf Halim Sekretaris
Hein G. Surjaatmadja Anggota
Katjep K. Abdoelkadir Anggota
Wahjudi Prakarsa Anggota
Jan Hoesada Anggota
M. Ashadi Anggota
Mirza Mochtar Anggota
IPG. Ary Suta Anggota
Sobo Sitorus Anggota
Timoty Marnandus Anggota
Mirawati Soedjono Anggota

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN
Tujuan
Ruang Lingkup
Definisi
PENJELASAN
Asumsi Dasar Akuntansi
Kebijakan Akuntansi
Pemakaian Laporan Keuangan
Keanekaragaman Kebijakan Akuntansi dan Pengungkapannya
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 1
PENGUNGKAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
Tanggal Effektif

PENDAHULUAN
Tujuan

Tujuan dari standar akuntansi keuangan dan lampirannya dikemukakan dalam Kerangka Dasar Penyusunan Dan Penyajian Laporan Keuangan.

return go top
Ruang Lingkup

01 Pernyataan ini berkenaan dengan pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.

return go top
Definisi

02 Definisi laporan keuangan yang telah dikemukakan dalam Kerangka Dasar Penyusunan Dan Penyajian Laporan Keuangan diulang di sini untuk lebih memudahkan pembahasan. Istilah laporan keuangan meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya, sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana),dan catatan atas laporan keuangan, laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

return go top
PENJELASAN

03 Manajemen suatu perusahaan menyiapkan laporan keuangan dengan menggunakan cara yang berbeda sesuai dengan tujuan perusahaan masing-masing. Laporan keuangan harus mengikuti standar akuntansi keuangan bila diterbitkan untuk orang lain, seperti pemegang saham, kreditur, karyawan dan masyarakat luas.

04 Laporan keuangan biasanya tersedia tiap tahun akuntansi dan menjadi obyek laporan audit.

return go top
Asumsi Dasar Akuntansi

05 Asumsi dasar atau konsep dasar akuntansi tertentu mendasari penyusunan laporan keuangan, biasanya tidak diungkapkan secara spesifik. Pengungkapan diperlukan jika tidak mengikuti asumsi atau konsep tersebut disertai alasan dan penjelasan .

06 Ikatan Akuntan Indonesia mengakui asumsi dasar akuntansi sebagai:

1. Kelangsungan Usaha
Suatu entitas ekonomi diasumsikan terus melakukan usahanya secara berkesinambungan tanpa maksud untuk dibubarkan, kecuali bila ada bukti sebaliknya. Perusahaan dianggap akan melanjutkan usahanya untuk waktu mendatang yang dapat diduga, tidak bermaksud atau berkepentingan dengan likuidasi atau penutupan usaha.
2.

Akrual
Pengukuran aktiva, kewajiban, pendapatan, beban serta perubahannya diakui pada saat terjadi, tidak pada saat uang diterima atau dibayarkan, dicatat dan berpengaruh pada laporan keuangan pada periode kejadian.

return go top
Kebijakan Akuntansi

07 Kebijakan akuntansi meliputi pilihan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi, peraturan dan prosedur yang digunakan manajemen dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Beberapa jenis kebijakan akuntansi dapat digunakan untuk subjek yang sama. Pertimbangan dan atau pemilihan perlu disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Sasaran pilihan kebijakan yang paling tepat akan menggambarkan realitas ekonomi perusahaan secara tepat dalam bentuk keadaan keuangan dan hasil operasi.

08 Tiga pertimbangan pemilihan untuk penerapan kebijakan akuntansi yang paling tepat dan penyiapan laporan keuangan oleh manajemen:

1. Pertimbangan Sehat
Ketidakpastian melingkupi banyak transaksi. Hal tersebut harusnya diakui dalam penyusunan laporan keuangan. Sikap hati-hati tidak membenarkan penciptaan cadangan rahasia atau disembunyikan.
2. Substansi Mengungguli Bentuk
Transaksi dan kejadian lain harus dipertanggungjawabkan dan disajikan sesuai dengan hakekat transaksi dan realitas kejadian, tidak semata-mata mengacu bentuk hukum transaksi atau kejadian.
3. Materialitas
Laporan keuangan harus mengungkapkan semua komponen yang cukup material yang mempengaruhi evaluasi atau keputusan-keputusan.

09 Laporan keuangan harus jelas dan dapat dimengerti, berdasar pada kebijakan akuntansi yang berbeda di antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain, dalam satu negara maupun antar negara. Pengungkapan kebijakan akuntansi dalam laporan keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan tersebut dapat dimengerti. Pengungkapan kebijakan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Pengungkapan hal ini sangat membantu pemakai laporan keuangan, karena kadang-kadang perlakuan yang tidak tepat atau salah digunakan untuk suatu komponen neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, atau laporan lainnya terbias dari pengungkapan kebijakan terpilih.

return go top
Pemakai Laporan Keuangan

10 Laporan keuangan mengandung informasi bagi pemakai yang berbeda-beda, seperti pemegang saham, kreditur dan karyawan. Pemakai penting lain meliputi pemasok, pelanggan, organisasi perdagangan, analis keuangan, calon investor, penjamin, ahli statistik, ahli ekonomi, petugas pajak dan pihak yang berwenang membuat peraturan.

11 Para pemakai laporan keuangan membutuhkan keterangan kebijakan akuntansi terpilih sebagai bagian dari informasi yang dibutuhkan, untuk membuat penilaian, dan keputusan keuangan dan keperluan lain. Mereka tidak dapat membuat penilaian handal jika laporan keuangan tidak mengungkapkan dengan jelas kebijakan akuntansi terpilih yang penting dalam penyusunan laporan keuangan.

return go top
Keanekaragaman Kebijakan Akuntansi dan Pengungkapannya

12 Tugas interpretasi laporan keuangan sulit dilaksanakan jika menggunakan berbagai kebijakan beberapa bidang (akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, dan lain-lain) atau wilayah akuntansi yang berbeda (wilayah akuntansi per negara, kumpulan negara dan lain-lain)

Di dunia belum ada sebuah daftar tunggal kebijakan akuntansi dapat digunakan bersama-sama, sehingga para pemakai dapat memilih dari daftar tunggal itu, sehingga perbedaan pilihan kebijakan berdasar pertimbangan kejadian, syarat dan kondisi yang serupa.

Contoh berikut adalah bidang yang menimbulkan perbedaan kebijakan akuntansi dan karena itu diperlukan pengungkapan atas perlakuan akuntansi terpilih:
Umum
– Kebijakan konsolidasi
– Konversi atau penjabaran mata uang asing meliputi pengakuan keuntungan dan kerugian pertukaran
– Kebijakan penilaian menyeluruh seperti harga perolehan, daya beli umum, nilai penggantian
– Peristiwa setelah tanggal neraca
– Sewa guna usaha, sewa beli atau transaksi cicilan dan bunga
– Pajak
– Kontrak jangka panjang
– Franchise atau waralaba

Aktiva
– Piutang
– Persediaan (persediaan dan barang dalam proses) dan beban pokok penjualannya
– Aktiva dapat disusutkan dan penyusutan
– Tanaman belum menghasilkan
– Tanah yang dimiliki untuk pembangunan dan biaya pembangunan
– Investasi pada anak perusahaan, investasi dalam perusahaan asosiasi dan investasi lain
– Penelitian dan pengembangan
– Paten dan merek dagang
– Goodwill

Kewajiban dan Penyisihan
– Jaminan
– Komitmen dan kontinjensi
– Biaya pensiun dan tunjangan hari tua
– Pesangon dan uang penggantian

Keuntungan dan kerugian
– Metode pengakuan pendapatan
– Pemeliharaan, reparasi-perbaikan (repairs), dan penyempurnaan – penambahan (improvement)

Untung-rugi penjualan aktiva
– Akuntansi Dana, wajib atau tak wajib, termasuk pembebanan dan pengkreditan langsung ke perkiraan surplus

13 Kebijakan akuntansi dewasa ini tidak secara teratur dan tidak secara penuh diungkapkan dalam semua laporan keuangan. Perbedaan besar masih terjadi dalam bentuk, kejelasan dan kelengkapan pengungkapan yang ada dalam suatu negara maupun antar negara atas kebijakan akuntansi harus diungkapkan. Dalam sebuah laporan keuangan, beberapa kebijakan akuntansi yang penting telah diungkapkan sementara kebijakan akuntansi yang penting lain tidak diungkapkan.

Bahkan pada negara-negara yang mewajibkan pengungkapan atas kebijakan akuntansi penting, tak selalu tersedia pedoman yang menjamin keseragaman metode pengungkapan. Pertumbuhan perusahaan multinasional dan pertumbuhan teknologi keuangan internasional telah memperbesar kebutuhan keseragaman laporan keuangan melewati batas negara.

14 Laporan keuangan seharusnya menunjukkan hubungan angka-angka dengan periode sebelumnya. Jika perubahan kebijakan akuntansi berpengaruh material, perubahan kebijakan perlu diungkapkan, dampak perubahan secara kuantitatif harus dilaporkan.

Perubahan kebijakan akuntansi yang tidak mempunyai pengaruh material dalam tahun perubahan juga harus diungkapkan jika berpengaruh secara material terhadap tahun-tahun yang akan datang .

return go top
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 1
PENGUNGKAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 terdiri dari paragraf 15-22. Pernyataan ini harus dibaca dalam konteks paragraf 1-14 dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Pelaporan Informasi Keuangan.

15 Asumsi dasar atau konsep dasar akuntansi adalah kelangsungan usaha dan dasar akrual. Jika asumsi dasar akuntansi tersebut telah dipatuhi dalam laporan keuangan, pengungkapan atas asumsi tersebut tidak diperlukan. Bila asumsi dasar akuntansi tersebut tidak diikuti, maka penyimpangan tersebut harus diungkapkan bersama dengan alasannya.

16 Pertimbangan sehat, substansi mengungguli bentuk dan materialitas harus menjadi pertimbangan pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi.

17 Laporan keuangan harus mencantumkan pengungkapan jelas ringkas dari semua kebijakan akuntansi penting terpilih-digunakan .

18 Pengungkapan kebijakan akuntansi penting terpilih digunakan harus merupakan bagian integral laporan keuangan. Kumpulan kebijakan-kebijakan tersebut lazimnya diungkapkan pada suatu tempat tertentu dalam Laporan Keuangan.

19 Perlakuan salah atau tidak tepat atas komponen neraca, laporan laba rugi atau laporan lain tidak diperbaiki oleh pengungkapan kebijakan akuntansi terpilih-digunakan dan atau tidak diperbaiki dalam catatan atas laporan keuangan atau penjelasan tambahan.

20 Laporan keuangan harus memperlihatkan hubungan informasi dengan periode sebelum dan setelahnya.

21 Perubahan kebijakan akuntansi berpengaruh material periode sekarang atau dapat berpengaruh material periode yang akan datang harus diungkapkan bersama alasannya. Pengaruh perubahan, jika material, harus diungkapkan secara kuantitatif.

return go top
Tanggal Efektif

22 Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakupi periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini sangat dianjurkan.

About these ads
Ditulis dalam Akuntansi. 3 Comments »

3 Tanggapan to “PSAK No 01 Pengungkapan Kebijakan Akuntansi”

  1. Tyo Says:

    minta PSAK / SAK, yg berkaitan dengan Portofolio donk,

  2. okta8th Says:

    Saya kurang tau..
    Coba Anda download seluruh PSAK yg ada..
    trus Anda cari sendiri..

  3. chun Says:

    gmn cra’ny download PSAK yg g pke byar alias grtis??
    Lge btuh PSAK rvsi t’baru neh..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: