PSAK No 34:Akuntansi Kontrak Konstruksi

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 34 tentang Akuntansi Kontrak Konstruksi disetujui dalam Rapat Komite Prinsip Akuntansi Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1994 clan telah disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 7 September 1994.
Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material (immaterial items).

Jakarta, 7 September 1994

Pengurus Pusat
Ikatan Akuntan Indonesia

Komite Prinsip Akuntansi Indonesia

Hans Kartikahadi Ketua J
usuf Halim Sekretaris
Hein G. Surjaatmadja Anggota
Katjep K. Abdoelkadir Anggota
Wahjudi Prakarsa Anggota
Jan Hoesada Anggota
M. Ashadi Anggota
Mirza Mochtar Anggota
IPG. Ary Suta Anggota
Sobo Sitorus Anggota
Timoty Marnandus Anggota
Mirawati Soedjono Anggota

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI PSAK No. 34
DAFTAR ISI
Paragraf
PENDAHULUAN 01-05
TujuanRuang Lingkup 01
Definisi 02-05
PENJEIASAN 06-42
Penyatuan dan Segmentasi Kontrak Konstruksi 06-09
Pendapatan Kontrak 10 – 14
Biaya Kontrak 15 – 19
Pengakuan Pendapatan dan Biaya Kontrak 20-33
Pengakuan Taksiran Rugi (expected loss) 34-35
Perubahan Estimasi 36
Pengungkapan 37 – 42
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 34KONTRAK KONSTRUKSI 43 – 57
Penyatuan dan Segmentasi Kontrak Konstruksi 43-45
Pendapatan Kontrak 46
Biaya Kontrak 47
Pengakuan Pendapatan dan Biaya Kontrak 48 – 52
Pengakuan Taksiran Rugl (expected loss) 53
Pengungkapan 54-56
Tanggal Efektif 57
LAMPIRAN

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
PENDAHULUAN

Tujuan

Tujuan Pernyataan ini adalah untuk menggambarkan perlakuan akuntansi pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kontrak konstruksi. Karena sifat dari aktivitas yang dilakukan pada kontrak konstruksi, tanggal saat aktivitas kontrak mulai dilakukan dan tanggal saat aktivitas tersebut diselesaikan biasanya jatuh pada periode akuntansi yang berlainan. Oleh karena itu, persoalan utama dalam akuntansi kontrak konstruksi adalah alokasi pendapatan kontrak dan biaya kontrak pada periode di mana pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan. Pernyataan ini menggunakan kriteria pengakuan yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan untuk menentukan kapan pendapatan dan biaya suatu kontrak konstruksi harus diakui sebagai pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi. Pernyataan ini juga menyediakan pedoman pelaksanaan penerapan kriteria tersebut.

Ruang Lingkup

01 Pernyataan ini harus diterapkan pada akuntansi untuk kontrak konstruksi di dalam laporan keuangan kontraktor.

Definisi

02 Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:

Kontrak konstruksi adalah suatu kontrak yang dinegosiasikan secara khusus untuk konstruksi suatu aset atau suatu kombinasi aset yang berhubungan erat satu sama lain atau saling tergantung dalam hal rancangan, teknologi dan fungsi atau tujuan atau penggunaan pokok.

Kontrak Harga Tetap adalah kontrak konstruksi dengan syarat bahwa kontraktor telah menyetujui nilai kontrak yang telah ditentukan, atau tarif tetap yang telah ditentukan per unit output, yang dalam beberapa hal tunduk pada ketentuan-ketentuan kenaikan

Kontrak Biaya-Plus adalah kontrak konstruksi di mana kontraktor mendapatkan penggantian untuk biaya-biaya yang telah diizinkan atau telah ditentukan, ditambah imbalan dengan persentase terhadap biaya atau imbalan tetap.

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
Suatu klaim adalah jumlah yang diminta kontraktor kepada pemberi kerja atau pihak lain sebagai penggantian untuk biaya-biaya yang tidak termasuk dalam nilai kontrak. Klaim dapat timbul, umpamanya, dari keterlambatan yang disebabkan oleh pemberi kerja, kesalahan dalam spesifikasi atau rancangan, dan perselisihan penyimpangan dalam pengerjaan kontrak.

Retensi adalah jumlah termin (progress billings) yang tidak dibayar hingga pemenuhan kondisi yang ditentukan dalam kontrak untuk pembayaran jumlah tersebut atau hingga telah diperbaiki.

Termin (progress billings) adalah jumlah yang ditagih untuk pekerjaan yang dilakukan dalam suatu kontrak balk yang telah dibayar ataupun yang belum dibayar oleh pemberi kerja.

Uang muka adalah jumlah yang diterima oleh kontraktor sebelum pekerjaan dilakukan.

03 Suatu kontrak konstruksi mungkin dinegosiasikan untuk membangun sebuah aset tunggal seperti jembatan, bangunan, dam, pipa, jalan, kapal, dan terowongan. Kontrak konstruksi juga berkaitan dengan sejumlah aset yang berhubungan erat atau saling tergantung satu sama lain dalam hal rancangan, teknologi dan fungsi atau tujuan dan penggunaan pokok; kontrak seperti ini misalnya, kontruksi kilang-kilang minyak atau bagian-bagian lain yang kompleks dari pabrik atau peralatan.

04 Dalam Pernyataan ini, kontrak konstruksi meliputi:
(a) kontrak pemberian jasa yang berhubungan langsung dengan konstruksi aset, umpamanya, pelayanan jasa untuk manajer proyek dan arsitek;
(b) kontrak untuk penghancuran atau restorasi aset dan restorasi lingkungan setelah penghancuran aset.

05 Kontrak konstruksi dirumuskan dalam berbagai cara, dalam Pernyataan ini, digolongkan sebagai kontrak harga tetap dan kontrak biaya-plus. Beberapa kontrak konstruksi dapat mempunyai balk karakteristik kontrak harga tetap maupun kontrak biaya-plus, misalnya kontrak biaya-plus dengan nilai maksimum yang disetujui. Pada keadaan seperti ini, suatu kontraktor harus mempertimbangkan semua kondisi dalam paragraf 21 dan 22 untuk menentukan kapan mengakui pendapatan dan biaya kontrak.

34.2

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34

PENJELASAN

Penyatuan dan Segmentasi Kontrak Konstruksi

06 Persyaratan Pernyataan ini biasanya diterapkan secara terpisah pada setiap kontrak konstruksi. Namun, dalam keadaan tertentu, adalah perlu untuk menerapkan Pernyataan ini pada komponen suatu kontrak tunggal yang dapat diidentifikasi secara terpisah atau pada suatu kelompok kontrak secara bersama agar mencerminkan hakikat suatu kontrak atau kelompok kontrak.

07 Bila suatu kontrak mencakup sejumlah aset, konstruksi dari setiap aset diperlakukan sebagai suatu kontrak konstruksi yang terpisah jika:
(a) proposal terpisah telah diajukan untuk setiap aset;
(b) setiap aset telah dinegosiasikan secara terpisah dan kontraktor serta pemberi kerja dapat menerima atau menolak bagian kontrak yang berhubungan dengan masing-masing aset tersebut; dan
(c) biaya dan pendapatan masing-masing aset dapat diidentifikasikan.

08 Suatu kelompok kontrak, dengan satu pemberi kerja atau beberapa pemberi kerja, harus diperlakukan sebagai satu kontrak konstruksi jika:
(a) kelompok kontrak tersebut dinegosiasikan sebagai satu paket;
(b) kontrak tersebut berhubungan erat sekali, sebetulnya kontrak tersebut merupakan bagian dari satu proyek tunggal dengan suatu margin laba; dan
(c) kontrak tersebut dilaksanakan secara serentak atau secara berkesinambungan.

09 Suatu kontrak mungkin berisi klausul yang memungkinkan konstruksi asset tambahan atas permintaan pemberi kerja atau dapat diubah sehingga konstruksi asset tambahan dapat dimasukkan ke dalam kontrak tersebut. Konstruksi aset tambahan diperlakukan sebagai suatu kontrak konstruksi terpisah bila:
(a) aset tambahan tersebut berbeda secara signifikan dalam rancangan, teknologi atau fungsi dengan aset yang tercakup dalam kontrak semula; atau
(b) harga aset tambahan tersebut dinegosiasikan tanpa memperhatikan harga kontrak semula.

Pendapatan Kontrak

10 Pendapatan kontrak terdiri dari:
(a) nilai pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak; dan
(b) penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim, dan pembayaran insentif:

34.3

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34

34.4
(i) sepanjang hal ini memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan; dan
(ii) dapat diukur secara andal.

11 Pendapatan kontrak diukur pada nilai wajar dari imbalan yang diterima atau yang akan diterima. Pengukuran pendapatan kontrak dipengaruhi oleh bermacam-macam ketidakpastian yang tergantung pada hasil dari peristiwa di masa yang akan datang. Estimasinya sering kali harus direvisi sesuai dengan realisasi dan hilangnya ketidakpastian. Oleh karena itu, jumlah pendapatan kontrak dapat meningkat atau menurun dari suatu periode ke periode berikutnya. Contohnya:
(a) suatu kontraktor dan suatu pemberi kerja mungkin menyetujui penyimpangan atau klaim yang meningkatkan atau menurunkan pendapatan kontrak pada periode setelah periode di mana kontrak pertama kali disetujui;
(b) nilai pendapatan yang disetujui dalam kontrak dengan nilai tetap dapat meningkat karena ketentuan-ketentuan kenaikan biaya;
(c) nilai pendapatan kontrak dapat menurun karena denda yang timbul akibat keterlambatan kontraktor dalam penyelesaian kontrak tersebut; atau
(d) bila dalam kontrak harga tetap terdapat harga tetap per unit output, pendapatan kontrak meningkat bila jumlah unit meningkat.

12 Suatu penyimpangan adalah suatu instruksi yang diberikan pemberi kerja mengenai perubahan dalam lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan berdasarkan kontrak. Suatu penyimpangan dapat menimbulkan peningkatan atau penurunan dalam pendapatan kontrak. Contoh penyimpangan adalah perubahan-perubahan dalam spesifikasi atau rancangan aset atau perubahan Iamanya kontrak. Suatu penyimpangan dimasukkan kedalam pendapatan kontrak jika:
(a) besar kemungkinan pemberi kerja akan menyetujui penyimpangan dan jumlah pendapatan yang timbul dari penyimpangan tersebut; dan
(b) jumlah pendapatan dapat diukur secara andal.

13 Pengukuran jumlah pendapatan yang timbul dari klaim mempunyai tingkat ketidakpastian yang tinggi dan sering kali tergantung pada hasil negosiasi. Oleh karena itu, klaim hanya dimasukkan dalam pendapatan kontrak jika:
(a) negosiasi telah mencapai tingkat akhir sehingga besar kemungkinan pemberi kerja akan menerima klaim tersebut; dan
(b) nilai klaim yang besar kemungkinannya akan disetujui oleh pemberi kerja, dapat diukur secara andal.

14 Pembayaran insentif adalah jumlah tambahan yang dibayarkan kepada kontraktor apabila standar-standar pelaksanaan yang telah dispesifikasikan telah terpenuhi atau dilampaui. Umpamanya, suatu kontrak mungkin mengizinkan suatu pembayaran

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
tambahan kepada kontraktor untuk suatu penyelesaian yang lebih awal dari suatu kontrak. Pembayaran insentif dimasukkan dalam pendapatan kontrak jika:
(a) kontrak tersebut cukup aman sehingga besar kemungkinan pemberi kerja memenuhi tuntutan klaim; dan
(b) jumlah klaim yang kemungkinan besar dapat disetujui pemberi kerja dapat diukur secara andal.

Biaya Kontrak

15 Biaya suatu kontrak konstruksi terdiri atas:
(a) biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak tertentu;
(b) biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas kontrak pada umumnya dan dapat dialokasikan ke kontrak tersebut; dan
(c) biaya lain yang secara khusus dapat ditagihkan ke pemberi kerja sesuai isi kontrak.

16 Biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan suatu kontrak meliputi, tetapi tidak terbatas pada:
(a) biaya pekerja lapangan, termasuk penyelia;
(b) biaya bahan yang digunakan dalam konstruksi;
(c) penyusutan sarana dan peralatan yang digunakan dalam kontrak tersebut;
(d) biaya pemindahan sarana, peralatan dan bahan-bahan dari dan ke lokasi pelaksanaan kontrak;
(e) biaya penyewaan sarana dan peralatan;
(f) biaya rancangan dan bantuan teknis yang secara langsung berhubungan dengan kontrak tersebut;
(g) estimasi biaya pembetulan dan biaya-biaya lain yang mungkin timbul selama masa jaminan; dan
(h) klaim dari pihak ketiga.

Biaya-biaya ini dapat dikurangi dengan keuntungan yang bersifat insidental yaitu keuntungan yang tidak termasuk dalam pendapatan kontrak, misalnya keuntungan dari penjualan kelebihan bahan dan pelepasan sarana dan peralatan pada akhir kontrak.

17 Biaya-biaya yang dapat diatribusikan ke aktivitas kontrak pada umumnya dan dapat dialokasikan ke kontrak tertentu, meliputi:
(a) asuransi;
(b) biaya rancangan dan bantuan teknis yang tidak secara langsung berhubungan dengan kontrak tertentu; dan+
(c) biaya-biaya overhead konstruksi.
34.5

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
Biaya semacam itu dialokasikan dengan menggunakan metode yang sistematis dan rasional dan diterapkan secara konsisten pada semua biaya yang mempunyai karakteristik yang sama. Alokasi tersebut didasarkan pada tingkat normal aktivitas konstruksi. Overhead konstruksi meliputi biaya-biaya seperti penyiapan dan pemrosesan gaji karyawan.

18 Biaya yang tidak dapat diatribusikan ke aktivitas kontrak atau tidak dapat dialokasikan ke suatu kontrak dikeluarkan dari biaya kontrak konstruksi. Biaya-biaya semacam itu meliputi:
(a) biaya administrasi umum yang penggantiannya tidak ditentukan dalam kontrak;
(b) biaya pemasaran umum;
(c) biaya riset dan pengembangan yang penggantiannya tidak ditentukan dalam kontrak; dan
(d) penyusutan sarana dan peralatan yang menganggur yang tidak digunakan pada kontrak tertentu.

19 Biaya kontrak meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan kepada suatu kontrak untuk jangka waktu sejak tanggal kontrak itu diperoleh sampai dengan penyelesaian akhir kontrak tersebut. Akan tetapi, biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan suatu kontrak dan terjadi untuk memperoleh kontrak juga dimasukkan sebagai bagian dari biaya kontrak apabila biaya-biaya ini dapat diidentifikasikan secara terpisah dan dapat diukur secara andal dan besar kemungkinan kontrak tersebut dapat diperoleh. Jika biaya-biaya yang terjadi untuk memperoleh kontrak diakui sebagai beban pada periode terjadinya, maka biaya-biaya tersebut tidak dimasukkan dalam biaya kontrak apabila kontrak tersebut dicapai pada periode berikut.

Pengakuan Pendapatan dan Biaya Kontrak

20 Bila hasil (outcome) kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksi harus diakui masing-masing sebagai pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal neraca (percentage of completion). Taksiran rugi (expected loss) pada kontrak konstruksi tersebut harus segera diakui sebagai beban sesuai dengan paragraf 34.

21 Dalam hal kontrak harga tetap, hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal bila semua hal-hal berikut ini dapat terpenuhi:
(a) total pendapatan kontrak dapat diukur secara andal;
(b) besar kemungkinan manfaat keekonomian yang berhubungan dengan kontrak tersebut akan tertagih dan mengalir ke perusahaan;

34.6

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
(c) balk biaya kontrak untuk menyelesaikan kontrak maupun tahap penyelesaian kontrak pada tanggal neraca dapat diukur secara andal; dan
(d) biaya kontrak yang dapat diatribusi ke kontrak dapat diidentifikasi dengan jelas
sehingga biaya kontrak aktual dapat dibandingkan dengan estimasi sebelumnya.

22 Dalam hal kontrak biaya-plus, hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal bila semua kondisi berikut ini terpenuhi:
(a) besar kemungkinan manfaat keekonomian yang berhubungan dengan kontrak tersebut akan tertagih dan mengalir ke perusahaan; dan
(b) biaya kontrak yang dapat diatribusi ke kontrak, apakah dapat ditagih atau tidak ke pemberi kerja, dapat diidentifikasi dengan jelas dan diukur secara andal.

23 Pengakuan pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian suatu kontrak sering disebut sebagai metode persentase penyelesaian (percentage of completion). Menurut metode ini, pendapatan kontrak dihubungkan dengan biaya kontrak yang terjadi dalam mencapai tahap penyelesaian tersebut, sehingga pendapatan, beban, dan laba yang dilaporkan dapat diatribusikan menurut penyelesaian pekerjaan secara proporsional. Metode ini memberikan informasi yang berguna mengenai luas aktivitas kontrak dan kinerja selama suatu periode.

24 Menurut metode persentase penyelesaian (percentage of completion), pendapatan kontrak diakui sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi dalam periode akuntansi di mana pekerjaan dilakukan. Biaya kontrak biasanya diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dalam periode akuntansi di mana pekerjaan yang berhubungan dilakukan. Namun, setiap ekspektasi selisih lebih total biaya kontrak terhadap total pendapatan kontrak segera diakui sebagai beban sesuai dengan paragraf 34.

25 Suatu kontraktor mungkin mempunyai biaya kontrak yang berhubungan dengan aktivitas masa depan pada kontrak tersebut. Biaya kontrak tersebut diakui sebagai asset asalkan besar kemungkinan biaya-biaya tersebut akan dipulihkan. Biaya tersebut mewakili jumlah tertentu dari pemberi kerja dan sering digolongkan sebagai pekerjaan dalam proses.

26 Hasil kontrak konstruksi hanya dapat diestimasi secara andal bila besar kemungkinan manfaat keekonomian yang berhubungan dengan kontrak tersebut akan tertagih dan mengalir ke perusahaan. Namun, bila ketidakpastian timbul mengenai kolektibilitas jumlah piutang yang telah diakui sebagai pendapatan kontrak, maka jumlah yang tidak tertagih diakui sebagai beban dan bukan sebagai penyesuaian pendapatan kontrak.

34.7

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
27 Pada umumnya perusahaan dapat membuat estimasi yang andal sehubungan dengan hasil suatu kontrak setelah perusahaan tersebut menyetujui kontrak yang mengatur hal-hal berikut ini:
(a) hak legal yang dapat dipaksakan pemberlakuannya (enforceable rights) masing-masing pihak mengenai aset yang akan dibangun;
(b) imbalan yang harus dipertukarkan; dan
(c) cara dan persyaratan penyelesaian (settlement).
Perusahaan perlu memiliki suatu sistem pelaporan dan anggaran keuangan yang efektif. Perusahaan menelaah dan bila perlu, merevisi estimasi pendapatan kontrak dan biaya kontrak sesuai dengan kemajuan kontrak. Kebutuhan revisi tersebut tidak harus mengindikasikan bahwa hasil kontrak tersebut tidak dapat diestimasi secara andal.

28 Tahap penyelesaian suatu kontrak dapat ditentukan dalam berbagai cara. Perusahaan menggunakan metode yang mengukur secara andal pekerjaan yang dilakukan. Tergantung pada sifat kontrak, metode tersebut antara lain meliputi:
(a) proporsi biaya kontrak untuk pekerjaan yang dilaksanakan sampai tanggal total biaya kontrak yang diestimasi;
(b) survei atas pekerjaan yang telah dilaksanakan;
(c) penyelesaian suatu bagian secara fisik dari pekerjaan kontrak.
Pembayaran berkala dan uang muka yang diterima dari para pemberi kerja sering kali tidak mencerminkan tahap penyelesaian.

29 Bila tahap penyelesaian ditentukan dengan memperhatikan biaya kontrak yang terjadi pada saat ini, hanya biaya kontrak yang mencerminkan pekerjaan yang
dilaksanakan dimasukkan dalam biaya. Biaya-biaya yang tidak termasuk misalnya:
(a) biaya kontrak yang berhubungan dengan aktivitas masa depan kontrak, seperti biaya bahan yang telah dikirim ke lokasi atau dimaksudkan untuk penggunaan dalam suatu kontrak tetapi belum dipasang, digunakan atau diaplikasikan selama pelaksanaan kontrak, kecuali bahan-bahan tersebut telah dibuat secara khusus untuk keperluan kontrak itu; dan
(b) pembayaran yang dibayarkan ke subkontraktor sebagai uang muka atas pekerjaan yang dilaksanakan dalam subkontrak tersebut.

30 Bila hasil kontrak konstruksi tidak dapat diestimasi secara andal:
(a) pendapatan diakui hanya sebesar biaya yang telah terjadi sepanjang biaya tersebut diperkirakan dapat dipulihkan (recoverable); dan
(b) biaya kontrak harus diakui sebagai beban dalam periode terjadinya.

34.8

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
Taksiran rugi (expected loss) pada kontrak konstruksi harus segera diakui sebagai beban sesuai dengan paragraf 34.

31 Selama tahap awal suatu kontrak sering terjadi hasil kontrak tidak dapat diestimasi secara andal. Walaupun demikian, besar kemungkinan bahwa perusahaan akan memulihkan biaya kontrak yang terjadi. Oleh karena itu, pendapatan kontrak diakui hanya sepanjang biaya yang terjadi diharapkan dapat dipulihkan. Karena hasil kontrak tidak dapat diestimasi secara andal, tidak ada labs diakui. Tetapi, walaupun hasil kontrak tidak dapat diestimasi secara andal, besar kemungkinan total biaya kontrak melebihi total pendapatan kontrak. Dalam hal ini, setiap selisih lebih total biaya kontrak terhadap total pendapatan kontrak diakui sebagai beban dengan segera sesuai dengan paragraf 34.

32 Biaya kontrak yang tidak mungkin dipulihkan diakui sebagai beban dengan segera. Keadaan di mana kemampuan pemulihan biaya kontrak yang terjadi tidak mungkin dilakukan yang berakibat biaya kontrak harus diakui sebagai beban dengan segera misalnya biaya dari kontrak-kontrak:
(a) kontrak yang tidak sepenuhnya dapat dipaksakan, karena keabsahannya masih diragukan;
(b) penyelesaiannya tergantung pada hasil proses pengadilan yang sedang berlangsung atau perundang-undangan yang tertunda; atau
(c) yang berhubungan dengan properti yang mungkin akan dimusnahkan atau diambil-alih.
(d) di mana pemberi kerja tidak dapat memenuhi kewajibannya; atau
(e) di mana kontraktor tidak dapat menyelesaikan kontrak atau memenuhi kewajiban sesuai kontrak.

33 Bila ketidakpastian yang menghalangi hasil kontrak dapat diestimasi secara andal tidak ada lagi, maka pendapatan dan beban yang berhubungan dengan kontrak konstruksi harus diakui sesuai dengan paragraf 20 dan bukan paragraf 30.

Pengakuan Taksiran Rugi (expected loss)

34 Bila besar kemungkinan terjadi bahwa total biaya kontrak akan melebihi total pendapatan kontrak, taksiran rugi (expected loss) harus segera diakui sebagai beban.

35 Jumlah kerugian semacam itu ditentukan tanpa memperhatikan:
(a) apakah pekerjaan kontrak telah dilaksanakan atau belum;
(b) tahap penyelesaian aktivitas kontrak; atau

34.9

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
(c) jumlah ekspektasi laba yang akan diperoleh pada kontrak lain yang tidak diperlakukan sebagai satu proyek tunggal konstruksi sesuai dengan paragraf 8.

Perubahan Estimasi

36 Metode persentase penyelesaian diterapkan secara kumulatif dalam setiap periode akuntansi. Oleh karena itu, pengaruh perubahan dalam estimasi pendapatan kontrak dan biaya kontrak, dipertanggungjawabkan sebagai perubahan dalam estimasi akuntansi sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 25 tentang Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar, dan Perubahan Kebijakan Akuntansi. Perubahan estimasi digunakan sebagai dasar dalam penentuan jumlah pendapatan dan beban yang diakui dalam laporan laba rugi dalam periode di mana perubahan tersebut terjadi dan periode selanjutnya.

Pengungkapan

37 Perusahaan harus mengungkapkan:
(a) jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam periode berjalan;
(b) metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui dalam periode;
(c) metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak (paragraf 23).

38 Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut untuk pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal neraca:
(a) jumlah akumulasi biaya yang terjadi dan laba yang diakui (dikurangi kerugian yang diakui) sampai tanggal neraca;
(b) jumlah uang muka yang diterima; dan
(c) jumlah retensi.

39 Perusahaan harus menyajikan:
(a) jumlah tagihan bruto kepada pemberi kerja sebagai aset; dan
(b) jumlah hutang bruto kepada pemberi kerja sebagai kewajiban.

40 Jumlah tagihan bruto kepada pemberi kerja untuk pekerjaan kontrak adalah selisih antara:
(a) biaya yang terjadi ditambah laba yang diakui; dikurangi
(b) jumlah kerugian yang diakui dan termin (progress billings).

34.10

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
untuk semua pekerjaan dalam proses di mana biaya yang terjadi ditambah laba yang diakui (dikurangi kerugian yang diakui) melebihi termin (progress billings).

41 Jumlah hutang bruto kepada pemberi kerja adalah selisih antara:
(a) biaya yang terjadi ditambah laba yang diakui; dikurangi
(b) jumlah kerugian yang diakui dan termin (progress billings)
untuk semua kontrak di mana termin (progress billings) melebihi biaya yang terjadi ditambah laba yang diakui (dikurangi kerugian yang diakui).

42 Perusahaan mengungkapkan setiap keuntungan dan kerugian kontinjen sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.8 tentang Kontijensi dan Peristiwa Setelah Tanggal Neraca. Keuntungan dan kerugian kontinjen mungkin timbul dari pos-pos tertentu seperti biaya jaminan, Maim, denda, dan kemungkinan kerugian lainnya.

34.11

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 34

KONTRAK KONSTRUKSI

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 34 terdiri dari paragraf 43 – 57. Pernyataan ini harus dibaca dalam konteks paragraf 1 – 42.

Penyatuan dan Segmentasi Kontrak Konstruksi

43 Bila suatu kontrak mencakup sejumlah aset, konstruksi dari setiap aset diperlakukan sebagai suatu kontrak konstruksi yang terpisah jika:
(a) proposal terpisah telah diajukan untuk setiap aset;
(b) setiap aset telah dinegosiasikan secara terpisah dan kontraktor serta pemberi kerja dapat menerima atau menolak bagian kontrak yang berhubungan dengan masing-masing aset tersebut; dan
(c) biaya dan pendapatan masing-masing aset dapat diidentifikasikan.

44 Suatu kelompok kontrak, dengan satu pemberi kerja atau beberapa pemberi kerja, harus diperlakukan sebagai satu kontrak konstruksi jika:
(a) kelompok kontrak tersebut dinegosiasikan sebagai satu paket;
(b) kontrak tersebut berhubungan erat sekali, sebetulnya kontrak tersebut merupakan bagian dari satu proyek tunggal dengan suatu margin laba; dan
(c) kontrak tersebut dilaksanakan secara serentak atau secara berkesinambungan.

45 Suatu kontrak mungkin berisi klausul yang memungkinkan konstruksi aset tambahan atas permintaan pemberi kerja atau dapat diubah sehingga konstruksi aset tambahan dapat dimasukkan ke dalam kontrak tersebut. Konstruksi aset tambahan diperlakukan sebagai suatu kontrak konstruksi terpisah bila:
(a) aset tambahan tersebut berbeda secara signifikan dalam rancangan, teknologi atau fungsi dengan aset yang tercakup dalam kontrak semula; atau
(b) harga aset tambahan tersebut dinegosiasikan tanpa memperhatikan harga kontrak semula.
I

34.12

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
Pendapatan Kontrak

46 Pendapatan kontrak terdiri dari:
(a) nilai pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak; dan
(b) penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim, dan pembayaran insentif:
(i) sepanjang hal ini memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan; dan
(ii) dapat diukur secara andal.

Biaya Kontrak

47 Biaya suatu kontrak konstruksi terdiri atas:
(a) biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak tertentu;
(b) biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas kontrak pada umumnya dan dapat dialokasikan ke kontrak tersebut; dan
(c) biaya lain semacam itu yang khususnya dapat ditagihkan ke pemberi kerja sesuai isi kontrak.
Pengakuan Pendapatan dan Biaya Kontrak

48 Bila hasil (outcome) kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksi harus diakui masing-masing sebagai pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal neraca. Taksiran rugi (expected loss) pada kontrak konstruksi tersebut harus segera diakui sebagai beban sesuai dengan paragraf 53.

49 Dalam hal kontrak harga tetap, hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal bila semua hal-hal berikut ini dapat terpenuhi:
(a) total pendapatan kontrak dapat diukur secara andal;
(b) besar kemungkinan manfaat keekonomian yang berhubungan dengan kontrak tersebut akan tertagih dan mengalir ke perusahaan;
(c) baik biaya kontrak untuk menyelesaikan kontrak maupun tahap penyelesaian kontrak pada tanggal neraca dapat diukur secara andal; dan
(d) biaya kontrak yang dapat diatribusi ke kontrak dapat diidentifikasi dengan jelas sehingga biaya kontrak aktual dapat dibandingkan dengan estimasi sebelumnya.

50 Dalam hal kontrak biaya-plus, hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal bila semua kondisi berikut ini terpenuhi:
(a) besar kemungkinan manfaat keekonomian yang berhubungan dengan kontrak tersebut akan tertagih dan mengalir ke perusahaan; dan

34.13

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
(b) biaya kontrak yang dapat diatribusi ke kontrak, apakah dapat ditagih atau tidak ke pemberi kerja, dapat diidentifikasi dengan jelas dan diukur secara andal.

51 Bila hasil kontrak konstruksi tidak dapat diestimasi secara andal:
(a) pendapatan diakui hanya sebesar biaya yang telah terjadi sepanjang biaya tersebut diperkirakan dapat dipulihkan (recoverable); dan
(b) biaya kontrak harus diakui sebagai beban dalam periode terjadinya.
Taksiran rugi (expected loss) pada kontrak konstruksi harus segera diakui sebagai beban sesuai dengan paragraf 53.

52 Bila ketidakpastian yang menghalangi hasil kontrak dapat diestimasi secara andal tidak ada lagi, maka pendapatan dan beban yang berhubungan dengan kontrak konstruksi harus diakui sesuai dengan paragraf 48 dan bukan paragraf 51.

Pengakuan Taksiran Rugi (expected loss)

53 Bila besar kemungkinan total biaya kontrak akan melebihi total pendapatan kontrak, pengakuan taksiran rugi (expected loss) harus segera diakui.

Pengungkapan

54 Perusahaan harus mengungkapkan:
(a) jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam periode berjalan;
(b) metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui dalam periode;
(c) metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak (paragraf 23).

55 Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut untuk pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal neraca:
(a) jumlah akumulasi biaya yang terjadi dan laba yang diakui (dikurangi kerugian yang diakui) sampai tanggal neraca;
(b) jumlah uang muka yang diterima; dan
(c) jumlah retensi.

56 Perusahaan harus menyajikan:
(a) jumlah tagihan bruto kepada pemberi kerja sebagai aset; dan
(b) jumlah hutang bruto kepada pemberi kerja sebagai kewajiban.
i

34.14

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUK51
PSAK No. 34
Tanggal Efektif

57 Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakupi periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini dianjurkan.

34.15

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
LAMPIRAN

Lampiran ini hanya ilustrasi dan bukan merupakan bagian dari Pernyataan ini. Tujuan lampiran ini adalah untuk mengilustrasikan penerapan Pernyataan StandarAkuntansi Keuangan ten tang Kontrak Konstruksi.

Pengungkapan Kebijakan Akuntansi

Berikut ini merupakan contoh pengungkapan kebijakan akuntansi:

Pendapatan dari kontrak konstruksi dengan harga tetap diakui dengan metode persentase penyelesaian, diukur dengan memperhatikan persentase jam kerja yang terjadi saat ini terhadap total jam kerja yang diestimasi untuk masing-masing kontrak.

Pendapatan dari kontrak biaya-plus diakui dengan memperhatikan biaya yang dapat dipulihkan yang terjadi selama periode tersebut ditambah dengan honor yang dihasilkan, diukur dengan proporsi yang didapat dari biaya yang terjadi saat ini dengan total biaya kontrak yang diestimasi.

Penentuan Pendapatan dan Beban Kontrak

Contoh berikut ini mengilustrasikan satu metode menentukan tahap penyelesaian suatu kontrak dan penentuan waktu pengakuan pendapatan dan beban kontrak.

Suatu kontraktor konstruksi mempunyai kontrak harga tetap sebesar Rp. 9.000,- untuk mendirikan sebuah jembatan. Jumlah pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak adalah Rp. 9.000,-. Biaya kontrak menurut estimasi kontraktor semula adalah Rp. 8.000,-. Akan memakan waktu 3 tahun untuk mendirikan jembatan tersebut.

Pada akhir tahun ke-1, estimasi biaya kontrak meningkat menjadi Rp. 8.050,-.

Dalam tahun ke-2, pemberi kerjanya menyetujui suatu penyimpangan yang menghasilkan peningkatan dalam pendapatan kontrak sebesar Rp. 200,- dan biaya kontrak tambahan yang diestimasi sebesar Rp. 150,-. Pada akhir tahun ke-2, biaya yang terjadi meliputi Rp. 100,- untuk bahan standar yang disimpan pada lokasi untuk digunakan dalam tahun ke-3 untuk menyelesaikan proyek tersebut. Kontraktor tersebut menentukan tahap penyelesaian kontrak dengan perhitungan proporsi biaya kontrak yang terjadi untuk pekerjaan dilakukan sampai saat ini sampai estimasi total biaya kontrak yang terakhir. Rangkuman data keuangan selama periode konstruksi sebagai berikut:

34.16

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI PSAK No. 34
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
Jumlah semula pendapatan yangdisetujui dalam kontrak 9.000 9.000 9.000
– 200 200
Total pendapatan kontrak 9.000 9.200 9.200
Biaya kontrak yang terjadi saat ini 2.093 6.168 8.200
Biaya kontrak untuk menyelesaikan 5.957 2.032 -
Total estimasi biaya kontrak 8.050 8.200 8.200
Estimasi laba 950 1.000 1.000
Tahap penyelesaian 26% 74% 100%
(74%) ditentukan dengan mengeluarkan Rp. 100
Tahap penyelesaian untuk tahun 2 (74%) ditentukan dengan mengeluarkan Rp. 1.00 bahan material yang disimpan pada lokasi untuk penggunaan dalam tahun ke-3 dari biaya kontrak yang terjadi untuk pekerjaan yang dilakukan sampai saat ini.

Jumlah pendapatan, beban, clan labs yang diakui dalam Laporan laba rugi dalam jangka waktu tiga tahun adalah sebagai berikut:

Saat ini Diakui
pada tahun sebelumnya Diakui pada tahun sekarang
Tahun Ke-1Pendapatan (9.000 x 26%) 2.340 2.340
Beban (8.050 x 26%) 2.093 2.093
Laba 247 247
Tahun Ke-2Pendapatan (9.200 x 74%) 6.808 2.340 4.468
Beban (8.200 x 74%) 6.058 2.093 3.975
Laba 740 247 493
34.17

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI PSAK No. 34
Tahun Ke-3 Pendapatan (9.200 x 100%) 9.200 6.808 2.392
Beban 8.200 6.068 2.132
Laba 1.000 740 260
Pengungkapan Kontrak

Suatu kontraktor telah mencapai akhir tahun pertama operasinya. Semua biaya kontrak yang terjadi telah dibayar secara tunai dan semua termin (progress billings) dan uang muka telah diterima secara tunai. Biaya kontrak yang terjadi untuk kontrak B, C, dan E meliputi biaya bahan yang telah dibeli untuk kontrak tetapi sampai saat ini belum digunakan dalam pelaksanaan kontrak tersebut. Untuk kontrak B, C, dan E, pemberi kerja telah membayar uang muka kepada kontraktor untuk pekerjaan yang belum dilaksanakan:

Status dari kelima kontrak dalam pelaksanaan pada akhir tahun 1 adalah sebagai berikut:

Kontrak
Taksiran rugi (expected loss) yang diakui sesuai dengan paragraf 53
Laba yang diakui dikurangi kerugian yang diakui
A B C D E Total
145 520 380 200 55 1.300
110 450 350 250 55 1.215
40 30 70
35 70 30 (90) (30) 15
110 510 450 250 100 1.420
110 450 350 250 55 1.215

Pendapatan Kontrak diakui sesuai dengan paragraf 48
Beban Kontrak diakui sesuai dengan paragraf 48
Biaya kontrak yang terjadi selama periode
Biaya kontrak yang terjadi diakui sebagai beban kontrak selama periode sesuai dengan paragraf 48
34.18

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI PSAK No. 34
Biaya kontrak yang berhubungandengan aktivitas masa depanyang diakui sebagai aktivasesuai dengan paragraf 25 60 100 45 205
Pendapatan Kontrak (Iihatdi atas) 145 520 380 200 55 1.300
Termin (Progress Billings) 100 520 380 180 55 1.235
Pendapatan Kontrak yangTidak Tertagih 45 20 65
Uang Muka – 80 20 25 125
Jumlah yang diungkapkan sesuai dengan Pernyataan ini sebagai berikut:

Pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan
selama periode (paragraf 54 (a)) 1.300

Biaya kontrak yang terjadi dan laba yang diakui
(dikurangi kerugian yang diakui) saat ini (paragraf 55(a)) 1.435

Uang muka yang diterima (paragraf 55(b)) 125

Jumlah tagihan bruto kepada pemberi kerja (due from customers)
untuk pekerjaan kontrak – disajikan sebagai aktiva
sesuai dengan paragraf 56(a) 220

Jumlah hutang kotor kepada pemberi kerja (due to customer)
untuk pekerjaan kontrak – disajikan sebagai kewajiban
sesuai dengan paragraf 56(b) (20)

Jumlah yang diungkapkan sesuai dengan paragraf 55(a), 56(a), dan 56(b) dihitung sebagai berikut:
34.19

AKUNTANSI KONTRAK KONSTRUKSI
PSAK No. 34
A B C D E Total
34.20
Biaya kontrak yang terjadi 110 510 450 250 100 1.420 Laba yang diakui dikurangi
kerugian yang diakui 35 70 30 (90) (30) 15
145 580 480 160 70 1.435
Termin (Progress billings) 100 520 380 180 55 1.235
Tagihan bruto kepada pemberi
kerja 45 60 100 15 220
Hutang bruto kepada pemberi
kerja — (20) (20)

Jumlah yang diungkapkan sesuai dengan paragraf 55(a) adalah sama dengan jumlah untuk periode berjalan karena pengungkapan tersebut berhubungan dengan tahun pertama operasi.

About these ads
Ditulis dalam Akuntansi, PSAK. 10 Comments »

10 Tanggapan to “PSAK No 34:Akuntansi Kontrak Konstruksi”

  1. nana Says:

    mas, saya mau nanya biaya yang dapat diatribusikan itu bagaimana maksudnya?? apa2 saja yang termasuk dalam biaya tersebut.
    tq

  2. okta8th Says:

    Oke mas..
    PSAK sudah mengaturnya dengan lengkap.Liat paragraf 17.disana sangat jelas disebutkan biaya yang diatribusikan,.Ni paragraf 17 PSAK 34:
    Biaya-biaya yang dapat diatribusikan ke aktivitas kontrak pada umumnya dan dapat dialokasikan ke kontrak tertentu, meliputi:
    (a) asuransi;
    (b) biaya rancangan dan bantuan teknis yang tidak secara langsung berhubungan dengan kontrak tertentu; dan+
    (c) biaya-biaya overhead konstruksi.

  3. arief Says:

    pengakuan ppn menurut psak 34 sebaiknya saat konstruksi baru dimulai(penerimaan proyek)atau saat konstruksi selesai(penyelesaian proyek)?

  4. okta8th Says:

    Untuk saat ini saya blm bs kasi jawaban..
    InsyaAllah minggu dpn udah ada deh jwbannya..

  5. ardho Says:

    pendapatan kontrak konstruksi itu di tentukan berdasarkan apa ?

  6. okta8th Says:

    pengakuan pendapatan kontrak konstruksi ada 2 yaitu berdasarkan kontrak selesai yakni pendapatan diakui setelah selesainy kontrak atau persentase penyelesaian yakni pendapatan diakui sberapa besar estimasi penyelesain kontrak..

  7. h3nny Says:

    bila ada pembelian material, maka jurnalnya apa?

    pembelian utk Proyek A
    hutang dagang

    atau

    Biaya Proyek A
    Hutang Dagang

    apakah perusahaan konstruksi tidak ada HPP?

  8. Diana Says:

    saya mau tanya, apa dampak yang signifikan maupun yang tidak signifikan apabila perusahaan konstruksi tidak menerapkan PSAK no. 34 ini?

  9. Rudy Malvin Gultom Says:

    mas, saya maw nanya ni.. sbuah kontrak konstruksi dsetujui dgn metode persentase penyelesaian. jk wktu kontrak slama 3 thn, dmn thpn awal adlah pematangan lahan+pembngunan infrastrukstur+instalasi/ pemasangan air, listrik, telepon. tahapan ini mnghabiskan wktu slama stengah thn, dan sisa periode tsb adalah utk pmbangungan 60 unit rmh. dan pd thn pertama ini, perush blum mmperoleh pendapatan sehinjgga lap.keuangan mnyatakan perush mnglami loss.
    nah, yg maw saya tanyakan :
    1. apakah perhitungan metode persentase penyelesaian dpat menentukan keuntungan d thn yg akan dtg?
    2. apakah psak ini dpat membantu perush jika mengalami keadaan seperti kasus ini..?
    3. bila faktor x (fource majeure, kenaikan harga) diakui, dpatkah klaim membantu? bagaimana dgn laporan keuangannya (pd saat klaim disetujui) ?
    Terima kasih.

    Salam.

  10. Sudarsono Says:

    Mas saya mau tanya Bagaimana cara PSAK 34 ini memberikan gambaran tentang pencatatan Yang berdasarkan Chart Of account, padahal Dengan adanya COA tersebut memberikan Kemudahan dalam pengklasifikasian sebagai contoh pada saat pembelian persediaan solar untuk mesin secara “tunai”. maka jurnal yang dicatat adalah persediaan solar “Debet” dan kas “Kredit” nah COAnya gimana??? apakah kode Persediaan atau Kode persediaan Solar dan tentunya sisanya adalah kas? pertanyaan lanjutan pada kode kas adalah bagaimana jika dia memiliki kas kecil, dan pembeliannya tersebut memakai kas kecil.?? apakah sama?? dan selama ini yang lebih di cantumkan dalam laporan keuangan akun yang utama misal kas dan persediaan (dalam kasus ini).


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: